Jumat, 20 Oktober 2017

6 Penyebab Berat Badan Naik Secara Drastis


Pertambahan berat badan tidak selalu berasal dari apa yang Anda makan. Ada banyak faktor-faktor penyebab kegemukan lainnya yang tidak terduga.

Berat badan umumnya bertambah ketika kalori yang dibakar tubuh saat beraktivitas lebih sedikit daripada kalori yang masuk dari makanan yang dikonsumsi. Namun selain makanan, ada banyak faktor yang juga memengaruhi metabolisme dan berat badan tubuh. Kenali faktor-faktor tersebut.

1. Stress / Depresi
Depresi dapat berkolerasi dengan berat badan, menurut sebuah penelitian orang yang sedang depresi cenderung akan mengalami kenaikan berat badan yang signifikan. orang seperti ini kemungkinan disebabkan malarikan aktifitasnya ke makan yang tidak terkontrol. adapun bagi orang yang berkonsultasi ke dokter, biasanya diberikan obat Antidepresan, meskipun obat tersebut juga memberikan pengaruh terhadap kenaikan berat badan walau tidak signifikan, namun ada juga mereka yang mengonsumsi antidespresan akan mengalami pertambahan massa tubuh sebanyak 4,5 kg menurut Alissa Rumsey, pakar pangan dari Academy of Nutrition and Dietetics.

2. Kurang tidurKelelahan bisa menjadi penyebab mengapa berat badan Anda naik secara drastis. Berbagai penelitian menyatakan bahwa orang yang mengalami kurang tidur cenderung mengalami kelebihan berat badan.
Ada beberapa hal yang membuat kurangnya waktu tidur berhubungan erat dengan pertambahan berat badan, yaitu:
Saat Anda kurang tidur, terjadi peningkatan kadar hormon dalam tubuh yang bisa meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan.
Tidur larut malam membuat Anda berpeluang lebih besar untuk mengonsumsi makanan ringan di malam hari sehingga menambah timbunan kalori di dalam tubuh.
Kurang tidur membuat Anda cenderung memilih sembarang makanan seperti goreng-gorengan daripada cemilan sehat seperti buah.

3. Penuaan
Seiring dengan bertambahnya usia, maka massa otot di dalam tubuh akan berkurang. Padahal, pembakaran kalori paling banyak dilakukan di otot, sehingga jika seseorang mengalami pengurangan massa otot maka secara tidak langsung kalori yang akan dibakar setiap harinya akan berkurang.
Dalam hal ini proses metabolisme tubuh menjadi lambat, dan ini akan menyebabkan orang dengan usia lanjut lebih mudah mengalami kenaikan berat badan dibandingkan saat ia masih muda.

4. Gangguan Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi hormon tiroid di dalam tubuh. Hormon tiroid sendiri berperan penting dalam mengatur metabolisme serta pencernaan di dalam tubuh. Ketika kelenjar tiroid mengalami gangguan, kelenjar ini tidak dapat menghasilkan hormon tiroid secara dalam jumlah yang normal maka metabolisme anda akan terganggu dan menyebabkan berat badan Anda tidak bersahabat.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menyebutkan kekurangan tiroid atau disebut hipotiroid adalah salah satu penyebab orang menjadi gemuk secara drastis.

5. Mengonsumsi Obat-Obatan Tertentu
Ternyata mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan pertambahan berat badan, seperti:
Steroid: naiknya berat badan karena nafsu makan yang meningkar dapat menjadi efek samping dari obat-obatan anti-inflamasi non-steroid (OAINS) seperti prednisolon. Orang yang mengonsumsi steroid juga dapat mengalami perubahan pada bagian tubuh tertentu yang menyimpan lemak seperti pada perut dan wajah.
Obat-obatan lain: obat-obatan lain juga dapat menyebabkan pertambahan bobot tubuh, misalnya obat untuk menangani penyakit migrain, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kejang-kejang. Begitu pula dengan obat-obatan antipsikotik yang biasa digunakan untuk menangani gangguan bipolar dan skizofrenia.

6. Teknologi dan gaya hidupGaya hidup dengan segala kemudahan seperti akses internet ke hampir segala tempat dapat membuat orang lebih lama duduk di depan layar dibandingkan sebelumnya. Kebiasaan duduk dalam waktu lama ini kerap dipadukan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan ringan berkalori tinggi sehingga menyebabkan pertambahan berat badan.